FST UNIDA Gontor Laksanakan Studi Banding ke Laboratorium Terpadu UII untuk Persiapan Akreditasi KAN
YOGYAKARTA – Dalam rangka meningkatkan mutu tata kelola pengujian ilmiah serta memantapkan langkah menuju akreditasi internasional, Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan kunjungan studi banding (benchmarking) dan Focus Group Discussion (FGD) ke Laboratorium Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, pada Rabu (6/5/2026).
Kunjungan ini merupakan implementasi nyata dari komitmen FST UNIDA Gontor dalam mempercepat pemenuhan standar SNI ISO/IEC 17025:2017. Sebagai salah satu laboratorium rujukan nasional yang dinilai sukses mempertahankan konsistensi mutu pengujian, Laboratorium Terpadu UII dipilih menjadi mitra diskusi komprehensif bagi akselerasi persiapan akreditasi ini.
Delegasi dari FST UNIDA Gontor berjumlah sembilan orang, dipimpin langsung oleh Ketua Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Agung Dwicahyo, M.T., didampingi oleh Sekretaris Prodi, Agustin Rani Nurfadila, M.Tr.P., serta Kepala Laboratorium Terpadu FST, Niken Trisnaningrum, S.P., M.Si. Rombongan yang terdiri dari jajaran dosen ahli, tenaga kependidikan, dan laboran penguji tersebut disambut hangat oleh manajemen dan tim teknis Laboratorium Terpadu UII selaku tuan rumah.
Kunci Keberhasilan: Komitmen, Pendampingan, dan Konsistensi Manajemen
Memasuki agenda inti, acara dibuka dengan pemaparan mendalam mengenai profil, sejarah, dan dinamika sistem manajemen Laboratorium Terpadu UII. Kepala Laboratorium Terpadu UII, Bapak Rudy Syahputra, membagikan wawasan berharga mengenai awal mula proses sertifikasi dan pengelolaan di institusinya.
"Berdirinya dan pencapaian Laboratorium Terpadu UII hingga titik ini dahulu diawali dari keberanian besar untuk memulai, atau istilahnya 'modal nekat'. Namun tentu tidak berhenti di sana; keberanian tersebut langsung kami perkuat melalui pendampingan intensif dari konsultan yang sangat kompeten di bidang ISO/IEC 17025:2017. Hal inilah yang menjadi fondasi krusial dalam membangun sistem manajemen mutu laboratorium yang berkelanjutan, hingga kami mampu mempertahankan status akreditasi ini," ungkap Bapak Rudy memotivasi para peserta.
Senada dengan hal itu, Bapak Thorikul Huda selaku Manajemen Teknis Laboratorium Terpadu UII menambahkan bahwa aspek perencanaan fisik, kebijakan, dan non-fisik laboratorium harus dilandasi oleh penentuan arah arah strategis yang konkret sejak awal.
"Pendirian dan pengembangan sebuah laboratorium harus dilandasi oleh tujuan jangka panjang yang jelas. Tujuan inilah yang nantinya mendasari perumusan visi, misi, hingga penyusunan grand design laboratorium secara komprehensif. Perlu dipahami bersama bahwa pengelolaan dan pemeliharaan instrumen laboratorium memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga perencanaan matang melalui grand design menjadi sangat krusial demi efisiensi anggaran," jelas Bapak Thorikul.
Mengangkat Branding Spesifik: Sektor Pertanahan dan Pertanian
Salah satu poin paling menarik yang mengemuka dalam diskusi adalah rekomendasi tim ahli UII agar laboratorium FST UNIDA Gontor menyusun grand design yang menonjolkan karakteristik khusus (branding) utama instansi. Menanggapi arahan tersebut, delegasi UNIDA Gontor mengidentifikasi bahwa kekuatan akademik dan potensi wilayah utama mereka berakar kuat pada aspek pertanahan dan teknologi pertanian.
Melalui kesepakatan diskusi tersebut, arah pengembangan laboratorium pengujian FST UNIDA Gontor ke depan akan difokuskan secara spesifik pada pengujian, standardisasi, dan riset di bidang pertanahan dan pertanian. Fokus unik ini diproyeksikan akan menjadi nilai jual utama (signature capability) yang membedakan mereka dari laboratorium pengujian komersial lainnya di Indonesia.
Sesi FGD Intensif Klausul SNI ISO/IEC 17025:2017
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung secara produktif dan interaktif. Kedua belah pihak membedah tiga pilar strategis yang menjadi instrumen penilaian utama Komite Akreditasi Nasional (KAN):
Sistem Manajemen Mutu: Bedah regulasi terkait pemenuhan persyaratan umum, persyaratan struktural, manajemen sumber daya manusia, alur proses pengujian sampel, hingga pemenuhan klausul sistem manajemen berdasarkan standar ISO 17025 terbaru.
Strategi Menuju Akreditasi: Panduan praktis penyusunan dokumen mutu institusi (panduan mutu, SOP, instruksi kerja), teknik simulasi pelaksanaan audit internal, penanganan tindakan korektif ketidaksesuaian (PTK), hingga strategi menghadapi asesmen lapangan dari KAN.
Tata Kelola Operasional & Income Generation: Diskusi mendalam mengenai dinamika pengelolaan SDM, kalibrasi dan perawatan rutin instrumen pengujian presisi tinggi, serta taktik optimalisasi layanan komersial laboratorium guna menghasilkan pendapatan mandiri (generate income) yang sehat bagi universitas.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan kegiatan laboratory tour (kunjungan lapangan). Pihak UNIDA Gontor diajak melihat secara langsung tata ruang laboratorium, manajemen penyimpanan bahan kimia, pengelolaan limbah B3, hingga sistem pengarsipan digital yang dijalankan oleh Laboratorium Terpadu UII.
Melalui bekal wawasan, dokumen acuan, dan strategi implementatif yang diperoleh dari kunjungan ini, FST UNIDA Gontor optimis dapat mempercepat kesiapan administratif maupun teknis operasional demi mengamankan target raihan akreditasi penuh dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tahun 2026 ini.